OAPEN Blog

ssali ·

Temui Para Duta OAPEN & DOABWawancara dengan Maria Lamury, Duta DOAB untuk Indonesia

Read this article at
Hypotheses logo

Apa motivasi anda untuk bergabung sebagai duta DOAB?

Pada saat saya bekerja sebagai pustakawan, dana untuk pembelian buku cetak atau melanggan platform e-book tidak terlalu besar untuk pengembangan koleksi perpustakaan. Meskipun banyak e-book gratis yang tersedia di internet, kredibilitas pengarang dan penerbit seringkali dipertanyakan. Saya bersyukur dengan adanya mekanisme pengujian kualitas pada DOAB, pengguna di seluruh dunia dapat mengetahui bahwa karya ilmiah yang dikumpulkan dan disebarluaskan dapat dipercaya.

Apa rencana anda untuk mendorong penerbitan buku akses terbuka di negara/wilayah anda dengan bergabung sebagai duta DOAB?

Dengan menjadi duta DOAB, saya dapat membantu pustakawan di negara saya untuk mengakses data yang terpercaya pada buku-buku akses terbuka yang sudah diuji kualitasnya serta mendorong penerbit buku akses terbuka dalam memperbaiki kualitas publikasi dan metadata mereka dengan mendukung DOAB dan pada saat yang bersamaan mendapat manfaat dengan bergabung pada Trusted Platform Network. Pada jangka panjang, bermitra dengan DOAB dapat membangun komunitas buku akses terbuka yang mendukung penerbit dalam mengelola publikasi sesuai dengan standar yang diakui.

Siapa yang menginspirasi anda dalam peranan ini?

Bagi saya, Dr. John Willinsky, tokoh kunci di balik Open Journal Systems (OJS), yang menginspirasi saya dalam peranan ini. Beliau memulai dengan visi yang tulus untuk membuat pengetahuan dapat diakses secara terbuka oleh publik dan kini OJS telah menjadi sistem penerbitan dan pengelolaan jurnal yang paling banyak digunakan di seluruh dunia. Saya sangat beruntung dapat bekerja bersama beliau pada beberapa proyek selama dua tahun terakhir dan telah membuka mata saya terhadap pentingnya berkomitmen terhadap akses terbuka dan konsisten untuk membagikan pengetahuan kepada orang lain.

Apa tantangan terbesar yang anda lihat dalam mengembangkan penerbitan akses terbuka di negara/wilayah anda.

Indonesia adalah pengguna terbesar Open Journal Systems dan banyak jurnal akses terbuka yang secara aktif bersaing untuk dapat diakui sebagai publikasi yang berkualitas, untuk akreditasi nasional dan dapat diindeks di database bibliografis internasional seperti DOAJ. Namun, saya tidak melihat usaha yang sepadan dalam membangun dan mempromosikan buku-buku akses terbuka. Saya percaya bahwa ini adalah kesempatan bagi saya untuk kembali ke ‘akar’ dan bekerja kembali dengan para pustakawan dan penerbit buku akses terbuka untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pekerjaan DOAB dan untuk mempromosikan cara terbaik guna mendukung penerbitan buku akses terbuka.

Apa ada yang ingin anda tambahkan?

Kontribusi saya mungkin hanya sebuah langkah kecil, tetapi dengan komitmen yang kuat dan usaha bersama dengan komunitas, saya berharap suatu hari nanti Indonesia dapat menjadi penerbit terbesar dari buku-buku akses terbuka di seluruh dunia.